• infopurworejo

    @infopurworejo

    1 week ago
  • YONGKY SINDHU CAHYONO (40) tidak menyangka, anak sulungnya Fransisca Nada Prajna Paramita (18) bisa menjadi polisi wanita (polwan). Awalnya ia dan istrinya Roberta Erni Sugiyanti (40) membayangkan berapa rupiah biaya yang akan dikeluarkan untuk mewujudkan cita-cita itu. Nyatanya pemikiran itu terbantahkan ketika Nada berhasil diterima sebagai siswa Dituk Bintara Polwan 47 di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Jakarta Selatan. . Yongky mengaku mendengar banyak rumor tentang pendidikan di kepolisian. "Saya dengan cerita tetangga, katanya biayanya jutaan rupiah, sehingga sempat bayangkan bagaimana mungkin kami yang tidak mampu secara ekonomi ini bisa memenuhinya. Tetapi pikiran itu tidak disampaikan kepada Nada karena khawatir mengurangi semangatnya," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Minggu (6/1/2019). . Awalnya, mantan pedagang nasi goreng yang kini bekerja sebagai buruh serabutan itu tidak mengetahui proses pendaftaran Nada menjadi anggota Polri pada Agustus 2018. Keluarga tahu ketika Nada meminta uang untuk membeli 41 materai untuk proses administrasi pendaftaran. . Keluarga yang tinggal di rumah kontrakan RT 04 RW 01 Kelurahan Pangen Juru Tengah itu menyisihkan sebagian modal berjualan nasi goreng untuk biaya wira-wiri Nada mengikuti seleksi. Namun setelah modal habis dan gerobak nasi goreng dijual, ia terpaksa utang kepada bank harian. "Setelah tidak jualan, saya kerja sebagai buruh memasak di beberapa rumah makan. Itupun kalau ada yang memanggil, kalau tidak kerja serabutan lainnya," terangnya. . Yongky berusaha keras memenuhi kebutuhan itu sambil terus memompa semangat anaknya. Yongky tenang karena melihat proses seleksi polwan yang dilaksanakan secara transparan. Nama calon pendaftar ditampilkan dalam tabel yang bersifat 'realtime'. "Setiap proses seleksi dari Polres hingga di Polda Jateng, nama-nama ditampilkan di layar, semua bisa melihat. Rangking bergerak terus, saya lihat nama Nada bisa naik hingga lolos," tuturnya.  Read More... Follow @infopurworejo . Sumber & Baca Selengkapnya di : krjogja.com #infopurworejo #purworejo
    YONGKY SINDHU CAHYONO (40) tidak menyangka, anak sulungnya Fransisca Nada Prajna Paramita (18) bisa menjadi polisi wanita (polwan). Awalnya ia dan istrinya Roberta Erni Sugiyanti (40) membayangkan berapa rupiah biaya yang akan dikeluarkan untuk mewujudkan cita-cita itu. Nyatanya pemikiran itu terbantahkan ketika Nada berhasil diterima sebagai siswa Dituk Bintara Polwan 47 di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Jakarta Selatan.
.
Yongky mengaku mendengar banyak rumor tentang pendidikan di kepolisian. "Saya dengan cerita tetangga, katanya biayanya jutaan rupiah, sehingga sempat bayangkan bagaimana mungkin kami yang tidak mampu secara ekonomi ini bisa memenuhinya. Tetapi pikiran itu tidak disampaikan kepada Nada karena khawatir mengurangi semangatnya," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Minggu (6/1/2019).
.
Awalnya, mantan pedagang nasi goreng yang kini bekerja sebagai buruh serabutan itu tidak mengetahui proses pendaftaran Nada menjadi anggota Polri pada Agustus 2018. Keluarga tahu ketika Nada meminta uang untuk membeli 41 materai untuk proses administrasi pendaftaran.
.
Keluarga yang tinggal di rumah kontrakan RT 04 RW 01 Kelurahan Pangen Juru Tengah itu menyisihkan sebagian modal berjualan nasi goreng untuk biaya wira-wiri Nada mengikuti seleksi. Namun setelah modal habis dan gerobak nasi goreng dijual, ia terpaksa utang kepada bank harian. "Setelah tidak jualan, saya kerja sebagai buruh memasak di beberapa rumah makan. Itupun kalau ada yang memanggil, kalau tidak kerja serabutan lainnya," terangnya.
.
Yongky berusaha keras memenuhi kebutuhan itu sambil terus memompa semangat anaknya. Yongky tenang karena melihat proses seleksi polwan yang dilaksanakan secara transparan. Nama calon pendaftar ditampilkan dalam tabel yang bersifat 'realtime'. "Setiap proses seleksi dari Polres hingga di Polda Jateng, nama-nama ditampilkan di layar, semua bisa melihat. Rangking bergerak terus, saya lihat nama Nada bisa naik hingga lolos," tuturnya. 
Read More...
Follow @infopurworejo
.
Sumber & Baca Selengkapnya di : krjogja.com
#infopurworejo #purworejo

    YONGKY SINDHU CAHYONO (40) tidak menyangka, anak sulungnya Fransisca Nada Prajna Paramita (18) bisa menjadi polisi wanita (polwan). Awalnya ia dan istrinya Roberta Erni Sugiyanti (40) membayangkan berapa rupiah biaya yang akan dikeluarkan untuk mewujudkan cita-cita itu. Nyatanya pemikiran itu terbantahkan ketika Nada berhasil diterima sebagai siswa Dituk Bintara Polwan 47 di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Jakarta Selatan. . Yongky mengaku mendengar banyak rumor tentang pendidikan di kepolisian. "Saya dengan cerita tetangga, katanya biayanya jutaan rupiah, sehingga sempat bayangkan bagaimana mungkin kami yang tidak mampu secara ekonomi ini bisa memenuhinya. Tetapi pikiran itu tidak disampaikan kepada Nada karena khawatir mengurangi semangatnya," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Minggu (6/1/2019). . Awalnya, mantan pedagang nasi goreng yang kini bekerja sebagai buruh serabutan itu tidak mengetahui proses pendaftaran Nada menjadi anggota Polri pada Agustus 2018. Keluarga tahu ketika Nada meminta uang untuk membeli 41 materai untuk proses administrasi pendaftaran. . Keluarga yang tinggal di rumah kontrakan RT 04 RW 01 Kelurahan Pangen Juru Tengah itu menyisihkan sebagian modal berjualan nasi goreng untuk biaya wira-wiri Nada mengikuti seleksi. Namun setelah modal habis dan gerobak nasi goreng dijual, ia terpaksa utang kepada bank harian. "Setelah tidak jualan, saya kerja sebagai buruh memasak di beberapa rumah makan. Itupun kalau ada yang memanggil, kalau tidak kerja serabutan lainnya," terangnya. . Yongky berusaha keras memenuhi kebutuhan itu sambil terus memompa semangat anaknya. Yongky tenang karena melihat proses seleksi polwan yang dilaksanakan secara transparan. Nama calon pendaftar ditampilkan dalam tabel yang bersifat 'realtime'. "Setiap proses seleksi dari Polres hingga di Polda Jateng, nama-nama ditampilkan di layar, semua bisa melihat. Rangking bergerak terus, saya lihat nama Nada bisa naik hingga lolos," tuturnya.  Read More... Follow @infopurworejo . Sumber & Baca Selengkapnya di : krjogja.com #infopurworejo #purworejo

  • 3774 45
  • Save Image Other Pictures
  • 3774 Likes

@eka_rynt Instagram Profile 1:02 AM Jan 7, 2019

Semoga jadi polwan teladan👏

@nenima13 Instagram Profile 1:04 AM Jan 7, 2019

👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻

@peninggi.indonesia.id1 Instagram Profile 1:05 AM Jan 7, 2019

Eh ada yang tahu gak berapa tinggi badan Jojo? kayanya ideal banget ya tinggi dan berat badannya, atlit sih hehe.. kamu mau kaya Jojo? cek IG kita untuk rahasia menambah tinggi badan secara cepat..

@vtdw_ Instagram Profile 1:56 AM Jan 7, 2019

Merinding bacanya 😭

@ariffirman625 Instagram Profile 2:09 AM Jan 7, 2019

Temenku di SMP negeri 1 selama 2 tahun satu kelas mantab

@gilangramadhanap Instagram Profile 2:52 AM Jan 7, 2019

Alhmdlh memecahkan mitos nggk punya uang ga bisa masuk😁😂

@na_mrnaa Instagram Profile 5:51 AM Jan 7, 2019

Selamat mbak nada,mbk erni dan mas yongki...🎉🎉

@wik.cand Instagram Profile 6:37 AM Jan 7, 2019

Tonggoku, salut emang sama perjuangannya dan keluarganya, buatbom yongki sama tante erni, selamat om tante, sukses untuk nada.

@tinasoewandi95 Instagram Profile 6:57 AM Jan 7, 2019

Salut sekali dengan semangat orang tua dan mbak nada ini. Patut fi contoh. Tidak memandang pekerjaan apapun untuk menghasilkan uang demi gapai cita2nya.. semangat terus 😊

@didiksugiarto22 Instagram Profile 11:59 AM Jan 7, 2019

Akankah ada berita, masih ingat nada anak buruh serabutan? Begini nasibnya ....